BAHAN AJAR-BAHASA INDONESIA (Unsur Intrinsik dan unsur ekstrinsik karya sastra)

Oleh : PARULIAN SIBUEA, S.Pd

NIM. 081188230158

KELAS : B-1 EKSEKUTIF AKT. XV

Pendahuluan

Cerpen adalah bentuk prosa yang terdiri atas 100 s.d. 1000 kata memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik berupa satu rangkaian cerita yang bersistem membentuk satu tema yang utuh.

Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun cerpen dari dalam. Bisa diartikan menjadi pembangun cerita secara langsung melekat dalam cerpen itu.

UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERPEN

1. TEMA

Adalah ide pokok yang mendasari cerpen. Suatu tema dalam cerita akan menjiwai seluruh isi cerita secara utuh. Dalam sebuah prosa (cerita) termasuk cerpen, hanya terdapat satu tema dan tidak boleh lebih.

Contoh : Cerita Siti Nurbaya bertemakan Kawin Paksa.

2. AMANAT / TENDENS

Amanat / tendens adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Amanat ini bisa dipetik pembaca untuk menjadi bahan ajar dalam kehidupan nyata. Sebenarnya amanat menjadi visi pengarang untuk memberi pengajaran kepada pembaca.

Contoh : cerita malin kundang, memiliki   amanat untuk tidak durhaka kepada   orang tua.

3. ALUR / PLOT / RANGKAIAN                   PERISTIWA

Alur merupakan rangkaian peristiwa dalam cerita. Rangkaian peristiwa harus disusun sedemikian rupa untuk menjadikan cerita itu logis dan sistematis.

Jenis Alur :

Maju ; rangkaian peristiwa dari eksposisi (perkenalan)-konflik-klimaks (puncak konflik)-penyelesaian.
Mundur ; rangkaian peristiwa dari penyelesaian-eksposisi-konflik-klimaks.
Maju mundur  ; rangkaian peristiwa dari konflik-eksposisi-penyelesaian-klimaks.
4. LATAR/SETTING

Latar adalah petunjuk yang berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana cerita.

Waktu berwujud; pagi hari, siang, malam, liburan sekolah, dsb.

Ruang berwujud; sekolah, rumah, halte, dalam bis, gedung, hutan, dsb.

Suasana berwujud; sepi, ramai, santai, menegangkan, duka, dsb.

5. TOKOH / PENOKOHAN

Tokoh adalah pemeran cerita.

Tokoh terbagi atas tiga fungsi :

Tokoh utama à tokoh yang menjadi dasar penceritaan baik pengalaman maupun kisah kehidupannya.
Tokoh pembantu à tokoh yang ikut membantu tokoh utama dalam menjalankan cerita. Biasanya tokoh pembantu ini sangat dekat dengan tokoh utama.
Tokoh tambahan à tokoh yang perannya tidak begitu mempengaruhi isi cerita. Keberadaannya hanya sebagai pelengkap cerita.
selengkapnya bisa download Click here
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: